Selasa, 13 Desember 2016

The Lodge Maribaya: Di Luar Ekspektasi

Sama kayak keberangkatan aku di bulan Agustus lalu, Desember ini aku berkunjung lagi ke Bandung. Bedanya, kali ini aku naik kereta api kelas Ekonomi AC dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Bandung dengan harga tiketnya sendiri cuma Rp. 80.000. Selengkapnya bisa dicek langsung ke Tiket KAI

Tapi karena satu hari sebelum berangkat ada drama dulu diantara kita (halah..) jadilah yang berangkat duluan ke Bandung cuma tiga orang (baca: aku, Tiffany dan Shelina alias cecay ) sedangkan Mufiya berangkat jam 18.15 dari Stasiun Gambir dan Rani menyusul sekitar jam 10 malam dari Jakarta menggunakan Travel.

Selama di Bandung aku sewa dua unit motor kok (silahkan baca di Sewa motor Vectoren.com). Walaupun aku sempet waswas karena nggak punya SIM, Alhamdulillah sih lancar dan aman-aman aja selama di sana (tolong jangan dicontoh ya :D )

Karena ga bisa check-in lebih awal di House Sangkuriang kita cuma bisa titip bagasi di sana, lumayan lah nggak bawa-bawa tas ransel yang berat ini ke tempat-tempat wisata.

Tujuan pertama adalah The Lodge Maribaya. Karena hotel yang kami sewa lebih dekat dengan Simpang Dago, jadinya rute kami untuk menuju kesana yaitu via Dago Giri. Sempet shock begitu masuk Dago Giri, jalanannya rusak parah lebih dari 2 KM. Dan selain rusak, jalanannya menanjak. Lagi-lagi aku mengucap syukur Alhamdulillah, soalnya kondisi motornya tuh kuat banget buat nanjak di jalan rusak. Gas nya pun ringan, nggak berat. Pokoknya tempat sewa motor ini recommended banget deh.

Jarak tempuh dari House Sangkuriang ke The Lodge Maribaya kira-kira satu jam. Sesampainya di sana kita diminta parkir Rp.5.000 dan sebenernya bukan parkir resmi dari pihak The Lodge Maribaya, soalnya tempat parkirnya itu di halaman rumah warga setempat. Mungkin parkiran resminya sudah penuh makanya kita dialihin untuk parkir di rumah warga.

Untuk masuk ke The Lodge Maribaya pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp.25.000. Kemudian pengunjung diberikan gelang kertas sebagai tanda masuk dan mendapatkan welcoming drink.


Pengunjung harus menuruni anak tangga yang sedikit curam, eittsss....tenang aja, di sana udah dirapihin kok tangganya, tapi tetap hati-hati ya, karena nggak terlalu lebar setiap anak tangganya dan makin turun makin sempit.

Ini yang aku bilang makin turun makin sempit

Mungkin karena ketika aku berkunjung kesana bertepatan dengan week end kali ya, jadi agak gimana gitu......agak penuh dan nggak nyaman aja. Oya, aku nggak rekomendasiin tempat ini untuk lansia dan balita ya, kalaupun mau tetap berkunjung dengan membawa lansia atau balita, pengawasan harus lebih ekstra ya.

The Lodge Maribaya dari jalan setapak pintu masuk
kayaknya sih ini warung-warung gitu.
In frame: Shelina dan Tiffany

Sebenernya aku dan rombongan nggak banyak berkeliling sih, soalnya penuh banget. Bahkan untuk foto aja susah, dikit-dikit digeser rombongan ibuk-ibuk, baru nemu tempat bagus buat foto, langsung digeser sama rombongan anak abege kekinian. Yasalam :(

Mungkin kalau week day lebih nyaman kali ya dan nggak berebut spot foto bagus di sana. Btw, di The Lodge Maribaya nya sendiri ada wahana yang digunakan untuk berfoto lho, yaitu;

  • Sky Tree: Pengunjung harus membayar Rp.15.000/orang untuk berfoto di sini. Sky Tree sendiri mirip seperti yang di Kalibiru, Yogyakarta. Pengunjung diikatkan tali pengaman dan duduk di platform kayu yang dibangun di atas pohon.
  • Mountain Swing: Ini sih yang lagi nge-hits banget dikalangan muda-mudi masa kini. Pengunjung diikatkan tali pengaman oleh petugas, lalu duduk di ayunan dan kemudian si petugas memutar tiang tesebut. Hal ini supaya ketika difoto, seolah-olah pengunjung sedang menaiki ayunan yang tinggi. Untuk foto di wahana ini pengunjung dikenakan Rp.20.000/orang.
  • Zip Bike: Sama seperti wahana sebelumnya, pengunjung akan diikatkan tali pengaman dan mulai mengayuh sepeda yang dipasang di atas kabel. Mirip-mirip sama pemain sirkus gitulah. Kebanyakan sih pada nggak berani mengayuh sampai selesai. Baru setengah jalan, ambil foto, lalu mundur lagi. Karena wahana ini lumayan tinggi sih, hihihi... btw, Pengunjung dikenakan biaya Rp.20.000/orang.
Sayangnya aku dan rombongan nggak bisa menaiki semua wahana tersebut. Pertama, kita harus merogoh kocek lagi hanya demi foto hits. Padahal mah nyatanya "gitu doang? hahaha". Kedua, kita males ngantri, hehehe... abis panjang banget sih antriannya, terutama Mountain Swing. Walaupun sudah ada dua wahana Mountain Swing, tetap aja antriannya panjang.

Zip Bike
Percaya atau nggak, aku dan rombongan nggak sampai 30 menit selama di sana. Karena kita bingung juga mau ngapain lagi, mau foto aja harus digeser-geser terus :(

Tepat jam 11.30 siang, aku dan rombongan keluar dari kawasan The Lodge Maribaya. Sayangnya begitu keluar parkir, jalanan tersendat. Dan yang kami lihat kebanyakan plat B yang berkunjung. Semoga mereka nggak kecewa kayak aku dan rombongan ya, hehehe...


---ISMA---

[Review] : House Sangkuriang


House Sangkuriang
Jl. Sangkuriang No. 1 Bandung - 4013, Indonesia

foto di ambil dari lantai 3
kolam ikan di lantai 1
Ini pertama kalinya aku ke Bandung nginep di Hotel, hihi... karena biasanya aku selalu menginap di Guest House, bahkan sudah dua kali (baca Palagan Joglo Boutique House ) .

Karena aku perginya dengan para cewek-cewek (teman SMA) jadilah kita cari yang bisa muat satu kamar. Di trip kali in, setiap orang dari kami berlima pasti punya tugas masing-masing. Nah untuk urusan hotel ini aku kasih ke Siska alias Rani  , walaupun melalui cukup proses panjang  (hahaha namanya juga cewek dan kita harus ngirit) jatuhlah pilihan hotel di House Sangkuriang  , tempat ini strategis banget, mau ke Dago bisa, ke Cihampelas juga bisa.

Oya, kita memesan tipe kamar Sangkuriang, Deluxe (room only) tanpa sarapan dan early check-in atau bisa titip bagasi.

Tapi karena belum bisa check-in lebih awal, akhirnya aku dan rombongan hanya menitipkan tas ransel dan melanjutkan perjalanan menuju Maribaya via Dago Giri.

(baca cerita selengkapnya di sini  )

Setelah muter-muter daerah Lembang, sekitar jam setengah enam sore kami sudah tiba di hotel. Butuh waktu lama buat aku dan lainnya ngecek fasilitas apa aja yang kami dapat di dalam kamar tersebut  (baca: norak) hahahahaha... Sebenernya sih ya, ketentuan di website seperti Traveloka, Pegi Pegi dan lainnya, kamar tipe ini hanya untuk kapasitas 1-2 orang. Tapi karena dasarnya aku orangnya takut dan ragu, aku tanya aja langsung  ke resepsionisnya. Katanya sih lebih dari dua orang nggak kena tambahan biaya, senyamannya kita aja yang menginap di sana.

maap berantakan

Ukuran kamarnya sih nggga terlalu besar ya dan nggga ada lampu utama juga di dalamnya. Kamar mandinya shower dan lumayan luas. Disediakan dua air mineral, pemanas air, ada kopi dan juga teh, bahkan ada snack dan kulkas kecil. Ada Tv flat dan free wifi juga. Untuk aku dan lainnya yang cuma butuh hotel untuk istirahat, nggga masalah sih dengan fasilitas yang ada untuk tipe kamar ini. Cuma pas buka pintu balkon, pemandangannya malah genteng, bukan taman. Hahahaha...

Untuk fasilitas umumnya sendiri ada kolam renang, mini garden di lantai 3, sarana olahraga dan taman (kayaknya sih untuk wedding area).


Berdasarkan brosur yang ada di meja resepsionis, hotel ini menerima Honeymoon Package lho, up to Rp. 1.500.000. Untuk keseluruhan hotel ini lumayan juga, bisa untuk keluarga, berdua bersama pasangan atau rame-rame kayak aku dan rombongan yang satu kamar isinya berlima. mehehe (jangan dicontoh ya).

---ISMA---

Senin, 05 Desember 2016

[Review] : Sewa Motor di Bandung II

Tadinya sih kita mau ke Bandung pada tanggal 10,11 dan 12 di sana, cuma kayaknya bakal banyak ruginya deh, karena minggu kedua bulan Desember kan long week end dan pasti bakal macet bahkan penuh semua tempat wisata atau kafe hits di Bandung.

Setelah melewati keraguan yang selalu datang serta drama air mata tak kunjung habis (halaaaaah), akhirnya jadilah kita mengunjungi kota kembang pada minggu pertama bulan Desember (tanggal 3 dan 4).

Kali ini adalah kunjunganku yang ketiga setelah kunjungan yang mengecewakan di bulan Agustus lalu (baca : di sini) dan aku nggak kapok lho menggunakan jasa sewa motor di kota kembang ini. hehehe...

Nah untuk bagian sewa motor adalah tugasku, hampir setiap hari di satu minggu sebelum keberangkatan aku browsing mengenai tempat sewa motor. Dengan mengandalkan review di Google dalam jangka waktu satu minggu terakhir, aku mendapatkan yang cocok di hati. Ciyeee cocok... yaitu Aku Rental Motor dan Vectoren.

Dan kedua admin membalas Whatsapp saya dengan cepat dan tepat. Semoga aja kualitas motor yang disewakan juga bagus ya. Dengan permintaan sewa dari tanggal 3 jam 9 pagi sampai tanggal 4 sampai jam 2 siang, keduanya menawarkan harga Rp. 170.000 (sudah termasuk biaya antar-jemput motor di tempat yang sama Rp. 30.000).

Permintaanku pada awalnya adalah sewa dua unit motor honda beat dengan mesin yang oke selama naik ke Dago Giri. Perbedaan di antara kedua sewa motor ini adalah jam sewanya. Kalau di Vectoren aku ditawarkan dengan harga segitu sesuai dengan permintaanku. Tetapi motor yang available di tanggal itu cuma ada Honda Vario 110cc tahun 2015 dan Soul GT dengan harga sewa masing-masing sama seperti yang ditawarkan. Mungkin akan beda lagi harganya kalau aku sewa di hari keduanya full-day.

Kalau di Aku Rental, batasan sewa yang aku minta di hari kedua harus sampai jam 1 siang. Kalau lewat dari jam 1 siang, biayanya jadi harian bukan 1/2 hari lagi. Lainnya yaitu motor sesuai dengan permintaanku di awal. Cuma setelah aku pikir-pikir, si admin minta di antar-jemput motornya harus di tempat yang sama. Nah sedangkan di hari kedua itu aku masih ada jadwal ke Armor Kopi.

Akhirnya dengan mengucapkan bismillah (ini beneran, karena aku anaknya traumaan) aku pilih Vectoren untuk 1 unit Honda Vario 110cc dan 1 unit Soul GT untuk di antar-jemput di stasiun Bandung.

Setibanya aku di Stasiun Bandung (tanggal 3 Desember 2016) jam 8.45 pagi, aku langsung telepon admin dari Vectoren dan dia mengabarkan kalau motornya sudah di parkiran stasiun dari jam 6 pagi dan kurir yang kasih tanda terima lagi di jalan menuju stasiun. Agak ngaret dari perjanjian awal sih, kurirnya baru serah terima aja sekitar jam 9.30 pagi. 



Btw, kesan pertama yang aku liat yaitu motornya bersih dan kali ini sesuai dengan permintaan ku motornya. Sebelumnya aku cerita ke Tiffany dan Cecay soal pengalamanku sewa motor di Bandung bulan Agustus lalu. Dan syukurnya mereka juga sigap dengan pertanyaan-pertanyaan seperti "mesin gimana? pajak? dan jas hujan gimana?" yang mereka lontarkan ketika si kurir datang.

Alhamdulillah semuanya sesuai dengan keinginan aku dan lainnya, cuma untuk unit motor Soul GT tadinya cuma ada satu spion, tapi si Tiffany kekeuh untuk ada dua spion, dengan alasan keselamatan berkendara sih supaya mau belok atau nyelip gampang.


Dengan sigap dong si akang kurir langsung ngambil satu spion dari motor yang dia kendarain dan langsung dipasang di unit Soul GT. Jas hujan yang dikasih sih standar, plastik gitu. Tapi karena aku udah diskusiin teman-teman lainnya untuk bawa jas hujan sendiri jadinya jas hujannya ga dipake. Helm yang aku pake sih wangi, cuma  helm yang dipake Cecay agak bau. Untuk keseluruhan oke lah pokoknya.

Selama di perjalanan motornya lumayan enak untuk dikendarain, gas nya juga ringan, nggak berat. Bahkan begitu masuk ke jalan Dago Giri, aku dengan gampangnya ngegas dengan keadaan jalan yang menanjak dan rusak parah. 

Dan hal itu adalah pengalaman pertama aku ngendarain motor di gunung dengan keadaan jalan yang rusak. Nanjak dan turunan yang curam. Karena biasanya kalau kemana-mana aku selalu dibonceng si Mamas. Duh, pokoknya ini pengalamanku, Cecay dan Tiffany untuk pertama kalinya ngendarain motor dengan jalur yang rusak, dan alhamdulillah kita aman-aman aja selama di sana selama kita hati-hati.



Tips:

Kalau mau sewa motor di Bandung dan nyari infonya di Google, cari yang rating dan reviewnya bagus ya. Ada kok tempat penyewaan yang bagus reviewnya, contohnya Vectoren.com di Dago Asri dan Aku Rental di Dipatiukur. Dua agen ini aku rekomendasiin untuk kalian.

Setiap agen pasti meminta persayaratan yang berbeda, tergantung ketentuan dari masing-masing agen. Kalau aku sih kemarin cukup menyerahkan dua identitas, yaitu ID Kerja dan kartu BPJS.


 ---ISMA---